Begini Kondisi Rumah Abu Umar, Ketua Jamaah Ansharut Daulah Jatim

Isi rumah kontrakan SA alias Abu Umar yang disebut Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebagai ketua Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur (Jatim) di Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Isi rumah kontrakan SA alias Abu Umar yang disebut Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebagai ketua Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur (Jatim) di Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

BANYUWANGITIMES, MALANGReaksi cepat kepolisian mengungkap jaringan teroris yang melakukan serangkaian penyerangan beberapa hari terakhir diapresiasi masyarakat. Bahkan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan bahwa Densus 88 Antiteror telah menangkap ketua Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur (Jatim) di Malang. 

Pernyataan tersebut disampaikan dalam siaran langsung program dialog salah satu televisi swasta. "Bukan hanya ketua JAD Surabaya. Ketua JAD Jatim sudah kami tangkap di Malang. Namanya inisial AU," tegas Tito. Meski demikian, belum ada penjelasan rinci dari kepolisian terkait penangkapan tersebut. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES, Densus 88 Antiteror mengamankan terduga teroris di sebuah rumah kontrakan di Perumahan Banjararum Asri Blok BB Nomor 9, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Rumah tersebut dihuni oleh SA alias Abu Umar (AU) bersama anak dan istrinya WMW, selama dua bulan terakhir. 

Penangkapan tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera. Kepada awak media, Barung menyebut penangkapan dilakukan terhadap Abu Umar. "Betul (ada penangkapan). Suaminya (Abu Umar saja yang diamankan)," jawabnya melalui pesan tertulis. 

Saat MalangTIMES mendatangi rumah tersebut, tampak dua unit sepeda motor terparkir di halaman belakang. Yakni sebuah motor bebek dengan nopol AG 3727 MJ serta motor matik dengan nopol N 3586 TBA. Selain itu, terdapat potongan-potongan kayu yang berisi coretan yang tampak seperti alamat. 

Bagian dalam rumah sendiri tampak tidak terlalu rapi. Ruangan depan yang biasanya digunakan sebagai ruang tamu tampak dialiihfungsikan menjadi dapur. Ada sebuah kompor gas dua tungku dengan masing-masing ada panci masak tertutup di atasnya. Ada dua ruangan lain di rumah tersebut. Pintu salah satu ruangan terlihat tertutup rapat dengan kain warna-warni sebagai korden. Sementara pintu ruangan lain terbuka meski tak terlihat isinya.

Onggokan kain kusam berwarna merah tua berada di depan pintu belakang bersanding dengan tumpukan alat-alat dapur. Handuk dan sarung tangan digantung di depan kamar mandi. Menguatkan tanda menutup diri dari lingkungan, jendela yang berada di depan rumah ditutup sepenuhnya menggunakan kertas kado warna-warni. Di halaman, rumput tumbuh tak terawat. Sarang laba-laba di bagian depan rumah juga terlihat tidak dibersihkan.

Nindi, salah satu tetangga SA alias Abu Umar, tidak menyangka jika keluarga tersebut terlibat jaringan teroris. "Nggak pernah ada kenalan atau bicara sama tetangga. Di rumah terus. Cuma yang laki-laki sering keluar lalu pulang. Meski papasan, ya nggak menyapa," ujarnya.

Saat penggerebekan Densus 88 Antiteror dilakukan sekitar pukul 02.00 dini hari Selasa (15/5/2018) kemarin, Nindi mengaku mendengar suara gaduh. "Nggak ada penembakan, tapi terdengar ada suara gemuruh. Warga diminta untuk tetap di dalam rumah," ungkapnya. 

Sebagai warga, lanjut Nindi, dia berharap kepolisian segera berhasil menghentikan aksi teror. Termasuk menangkap seluruh anggota yang terlibat. "Syukurlah kalau ketuanya sudah ditangkap. Untung juga di sini nggak kejadian seperti di daerah lain. Pak Polisi semoga segera menangka semua teroris itu biar damai dan aman lagi," pungkasnya. (*)

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top