Surabaya Siaga I, Sekolah Libur Satu Minggu

Menteri Pendidikan Muhadjir Effendi saat bertemu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
Menteri Pendidikan Muhadjir Effendi saat bertemu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

BANYUWANGITIMES, SURABAYAMenteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Muhadjir Effendy mengunjungi Balai Kota Surabaya untuk bertemu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Senin (14/5). Pertemuan yang dilakukan di ruang kerja wali kota itu mendiskusikan kebijakan Wali Kota Risma yang meliburkan sekolah TK/RA negeri dan swasta, SD/MI negeri dan swasta beserta kepala SMP/MTs negeri dan swasta di Surabaya karena alasan keamanan setelah adanya musibah bom yang terjadi Minggu (13/5) dan Senin (14/5) kemarin.

Hasilnya, mendikbud mendukung kebijakan Risma yang meliburkan sekolah di Surabaya. Bahkan, dia menyetujui apabila Risma ingin memperpanjang liburan sekolah itu, terutama apabila untuk kebaikan psikis siswa.

 “Kami diskusi untuk memulihkan keadaan proses belajar mengajar, terutama masalah psikis siswa, makanya Bu Wali tadi memberi masukan kepada saya untuk memperpanjang masa liburan sekolah. Kami sudah mempersilakan Bu Wali untuk memperpanjang liburan sekolah di Surabaya,” kata Muhadjir.

Menurut Muhadjir, perpanjangan liburan itu hingga bulan suci Ramadan. Harapannya, dengan adanya perpanjangan liburan ini, para siswa bisa lebih tenang dan tidak stres menjalani proses belajar mengajar di sekolah. “Untuk teknisnya nanti, kami pasrahkan langsung kepada Bu Wali,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, mendikbud juga menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas peristiwa keji dan biadab di Surabaya. Sebab, dia menilai para pelaku teror itu sudah menjadikan anak-anak sekolah menjadi korban, baik korban langsung maupun tumbal dari pelaku di luar perikemanusiaan ini.   

“Saya juga mengimbau kepada teman-teman wartawan untuk tidak memublikasikan anak-anak yang menjadi korban. Mereka ini punya teman yang sehari-hari bersama mereka. Jadi, tolong dipahami itu dan saya harap tidak dibesar-besarkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Risma menjelaskan bahwa sekolah memang diliburkan. Itu berdasarkan surat pemberitahuan dengan nomor surat 421/4874/436.7.1/2018 yang ditanda tangani Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan. Isinya, seruan kepada pihak sekolah untuk meliburkan siswanya sampai Senin (21/5).

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga berharap dengan diliburkannya sekolah ini, maka traumatik dan stres di tengah anak-anak bisa sedikit teratasi. Meskipun, ia mengaku sangat sulit dan berat, tapi hal itu harus dilawan supaya mereka bisa kembali normal dan tidak takut untuk bersekolah. “Mudah-mudahan anak-anak bisa mengatasi traumatiknya,” ungkap dia. (*) 

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Surabaya TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top