Dikatakan Ilegal, Kubu Gepeng Waskito Serang Balik Wakil Ketua Bidang Hukum & HAM DPD Perindo Banyuwangi

Dari kiri, Ketua DPC Perindo Muncar Ali Ridho, Gepeng Waskito Ketua DPC Srono (tengah) dan Yusaen Jaties
Dari kiri, Ketua DPC Perindo Muncar Ali Ridho, Gepeng Waskito Ketua DPC Srono (tengah) dan Yusaen Jaties

BANYUWANGITIMES –  Gepeng Waskito, Ketua DPC Srono yang disebut- sebut sebagai otak pembelokan dukungan kepada paslon nomor urut 1 Khofifah - Emil Dardak, dari yang seharusnya mendukung paslon nomor urut 2 Gus Ipul - Mbak Puti, meradang dan tidak terima.

Rabu siang (18/4/18), Gepeng yang didampingi Yuzaen Jasties, Ketua DPC Banyuwangi dan Ali Ridho, Ketua DPC Muncar justru menyatakan apa yang disampaikan Ketua DPD Perindo Banyuwangi Khairul Falah tersebut adalah bohong belaka.

"Ini aneh bin ajaib kalau saya dikatakan mengaku-ngaku sebagai Ketua DPC. Lha selama saya bergabung di Partai Perindo dengan jabatan ketua DPC Srono, ini yang menunjuk ya saudara Khairul. Bahkan surat mandatnya dari DPD Banyuwangi, yang bertanda tangan juga sekretaris dan ketua," sergah Gepeng. 

Secara defacto dan dejure, Gepeng mengaku sudah pernah bertanda tangan saat verifikasi di KPUD Kabupaten  Banyuwangi. "Selain itu, saya juga sudah menerima dana operasional sebesar Rp 500 ribu yang diberikan di rumah saya oleh pengurus Partai Perindo Banyuwangi, yaitu saudara ketua, sekretaris dan bendahara DPD Banyuwangi, jelang akan dilakukan verifikasi. Logika dari mana saya disebut mengaku aku sebagai ketua ?!," lontar Gepeng dibenarkan Jasties dan Ali Ridho.

Dalam kesempatan bertemu media ini di Kota Banyuwangi, baik Gepeng, Jasties maupun Ali Ridho justeru balik mempertanyakan SK Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM Alexs B Setiyawan. Sekaligus mereka menyangkal bahwa saat deklarasi tersebut sebuah rekayasa. Karena sejatinya, yang benar adalah keputusan bersama.

"Kami siap dikonfrontir dengan saudara Tutut Jatmiko. Karena pada saat deklarasi di Resto Bunda Jajag, saudara Jatmiko datang langsung dan bersedia secara sukarela menjadi deklarator," kompak ucap ketiga ketua DPC yang diancam akan diberhentikan ini.

Sebelumnya,  sedikitnya 4 Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Perindo terancam dicopot dari jabatan dan keanggotaan partai. Pasalnya keempat Ketua DPC tersebut telah terang-terangan mendukung paslon pilgub no urut 1, Khofifah dan Emil Dardak. Padahal secara resmi Partai Perindo mendukung paslon Gus Ipul dan Mbak Puti (Gusti). 

Keempat Ketua DPC itu adalah Yusaen Jasties Ketua DPC Banyuwangi Kota, David Firmansyah Ketua DPC Glenmore, Ali Ridho Ketua DPC Muncar, dan Roso Heru Ketua DPC Kalibaru. 

Ketua DPD Partai Perindo Banyuwangi, Khairul Falah S.Sos menyatakan, keempatnya terindikasi akan mengkudeta Ketua DPD. Caranya, mereka terang-terangan menolak keputusan DPP Perindo yang mendukung paslon Gusti. Sikap ketidakpatuhan keempat Ketua DPC itu terhadap kebijakan partai, dinilai sebagai upaya melawan kebijakan DPP. 

"Hasil investigasi kami, otaknya itu Gepeng Waskito yang mengaku-ngaku sebagai Ketua DPC. Padahal dia selama ini belum pernah dilantik. Untuk itu, keempat Ketua DPC itu akan segera kami cabut mandat dan SK kepengurusannya," tegas Falah kemarin. 

Bahkan keputusan pemecatan terhadap keempat Ketua DPC tersebut, menurut Falah telah dikoordinasikan dengan pengurus DPW Perindo Jatim. "Dari koordinasi dengan pihak DPW, kami diminta untuk mencabut SK dan mandat partai," tandasnya.

Dalam kesempatan itubjuga, Ketua Bidang Hukum DPD Partai Perindo Banyuwangi, Alexs B Setiyawan menyatakan, pihaknya menemukan kenyataan bahwa Ketua DPC Perindo Glenmore David Firmansyah dan Ketua DPC Perindo Muncar Ali Ridho ternyata juga seorang jurnalis.

"Peran David sebagai penyiap naskah deklarasi, dan Ali Ridho mewawancarai Jatmiko yang dikondisikan seakan-akan sebagai deklarator," ujarnya. 

Pewarta : Hakim Said
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Banyuwangi TIMES
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top