Lawan Kebijakan Partai, Empat Ketua DPC Perindo Bakal Dicopot

(Dari kiri) Ketua DPD Perindo Khairul Falah, Ketua DPC Perindo Tegaldlimo Tutut Jatmiko, dan Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD Perindo Banyuwangi Alex B. Setyawan.
(Dari kiri) Ketua DPD Perindo Khairul Falah, Ketua DPC Perindo Tegaldlimo Tutut Jatmiko, dan Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD Perindo Banyuwangi Alex B. Setyawan.

BANYUWANGITIMESSedikitnya empat ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Perindo terancam dicopot dari jabatan dan keanggotaan partai. Pasalnya, keempat ketua DPC tersebut telah terang-terangan mendukung paslon (pasangan calon) pilgub nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak. Padahal, secara resmi Partai Perindo mendukung paslon Gus Ipul dan Puti. 

 

Keempat Ketua DPC itu adalah Yusien Juatice (ketua DPC Banyuwangi Kota), David Firmansyah (ketua DPC Glenmore), Ali Ridho (ketua DPC Muncar), dan Roso Heru (ketua DPC Kalibaru). 

Ketua DPD Partai Perindo Banyuwangi Khairul Falah menyatakan, keempatnya terindikasi akan mengudeta ketua DPD. Mereka terang-terangan menolak keputusan DPP Perindo untuk mendukung paslon Gus Ipul-Puti (Gusti). 

Sikap ketidakpatuhan keempat ketua DPC itu terhadap kebijakan partai dinilai sebagai upaya melawan kebijalan DPP. "Hasil investigasi kami, otaknya itu Gepeng Waskito yang mengaku-ngaku sebagai ketua DPC. Padahal dia selama ini belum pernah dilantik. Untuk itu, keempat ketua DPC itu akan segera kami cabut mandat dan SK kepengurusannya," tegas Falah. 

Bahkan keputusan pemecatan terhadap keempat ketua DPC tersebut, menurut Falah, telah dikoordinasikan dengan pengurus DPW Perindo Jatim. "Dari koordinasi dengan pihak DPW, kami diminta untuk mencabut SK dan mandat partai dari mereka," tandasnya.

Sementara Wakil Ketua Bidang Hukum DPD Partai Perindo Banyuwangi Alex B. Setyawan menyatakan, pihaknya menemukan kenyataan bahwa Ketua DPC Perindo Glenmore David Firmansyah dan Ketua DPC Perindo Muncar Ali Ridho ternyata juga seorang jurnalis. "Nah, peran mereka, David sebagai penyiap naskah deklarasi dan Ali Ridho mewawancarai Jatmiko yang dikondisikan seakan-akan sebagai deklarator," ujarnya. 

Karena sudah tidak patuh terhadap keputusan partai dan melanggar AD/ART partai, berarti mereka dianggap bukan kader atau pengurus Perindo lagi. "Maka segala tindakan mereka saat ini sudah bukan lagi tanggung jawab kami selaku pengurus DPD Perindo Banyuwangi," pungkasnya. (*)

Pewarta : Hakim Said
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Banyuwangi TIMES
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top