Mentan : Indonesia Bakal Ekspor Jagung 500 Ribu Ton

Menteri Pertanian RI, Dr Ir H Andi Amran Sulaiman, MP bersama Bupati Banyuwangi H Abdullah Azwar Anas seusai melakukan panen perdana bawang putih di Licin
Menteri Pertanian RI, Dr Ir H Andi Amran Sulaiman, MP bersama Bupati Banyuwangi H Abdullah Azwar Anas seusai melakukan panen perdana bawang putih di Licin

BANYUWANGITIMESMenteri Pertanian (Mentan) RI, Dr Ir H Andi Amran Sulaiman, MP menyatakan, Indonesia berencana ekspor 500 ribu ton jagung ke luar negeri. Hal ini kabar menggembirakan, karena sebelumnya Indonesia berlangganan impor jagung dari luar. Di sela-sela pelaksanaan panen perdana bibit bawang putih di Banyuwangi, Menteri Amran mengabarkan hal itu. 

“Yang dulunya impor 3,6 juta ton senilai dengan Rp 10 T. Nah saat ini kita bisa menyelamatkan devisa sebesar Rp 10 T untuk jagung, petani kita mendapatkan pendapatan Rp 10 T. Itu luar biasa,” aku Amran, Kamis (22/3/18).

Keberhasilan ekspor jagung tersebut karena jumlah lahan jagung saat ini di Indonesia  seluas 3 juta ha. Untuk mencapai swasembada, membutuhkan lahan tanaman jagung seluas 7 juta ha. 
Selain itu, tambahnya, keberhasilan itu juga berkat kebijakan Presiden Jokowi yang sangat tepat. 

“Karena regulasi perintah  Bapak Presiden, jaga petani, jaga keuntungan petani, karena untuk petani maka kuburan pun ditanami jagung seperti di Gunung Kidul, Jenepontoh. Kalau di Lampung, pinggir jalan raya ditanami jagung. Kenapa ? Karena kebijakan yang tepat,” ucap Amran.

Bahkan Amran juga memuji kualitas jagung Indonesia dibanding dengan kualitas dari luar negeri. Menurutnya, kalau ayam memakan jagung produksi luar negeri, kaki ayam itu akan berwarna putih. Sementara kalau memakan jagung produksi Indonesia, kaki ayam jadi kuning dan cantik.

Perubahan dari impor menjadi ekspor, membutuhkan kerja keras baik pemerintah maupun petani dan pengusaha. Semuanya harus terjadi sinergi yang baik agar bisa menghasilkan sesuatu yang baik juga.

Amran juga menyatakan, dulu sekitar tahun 2014 bawang merah juga impor sebanyak 72 ribu ton. Namun hari ini Indonesia sudah bisa ekspor ke 6 negara. Begitu juga dengan yang lain, seperti ekspor ayam mengalami kenaikan sampai 1000 persen.

“Satu persatu kita selesaikan. Kita nggak bisa disulap seperti pemain sulap di pasar. Ini pemerintah sudah kerja keras dan kemiskinan di desa sudah turun 2 – 3 persen,” tandasnya. 

Pewarta : Hakim Said
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top