Kasus Radar Malang, PWI dan AJI Malang Minta Media Tak Memfitnah

Ilustrasi
Ilustrasi

BANYUWANGITIMES, MALANGKasus pemberitaan Radar Malang yang dituduh melakukan fitnah dan tak menyertakan konfirmasi secara seimbang, sangat disayangkan organisasi profesi wartawan. Baik Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) maupun Aliansi Jurnalis Independen (AJI) meminta semua media massa menggunakan etika jurnalistik dalam setiap beritanya.

Baca Juga: Ini Jawaban Pemred Radar Malang ketika Dituduh Tulis Fitnah oleh Demokrat?

Kedua organisasi wartawan tersebut juga berharap agar media massa, termasuk media di Malang, harus menjunjung netralitas dalam momen-momen pemilihan kepala daerah (pilkada). Pemberitaan jangan sampai ada tendensius, apalagi sampai menyebarkan berita bohong, apalagi berbau fitnah.

Seperti diketahui, pemberitaan pada harian Radar Malang edisi Rabu (10/1/2018) dengan judul “Di-Del sebelum Tanding, Gunadi Cs Gugat PKB” mendapat kecaman dari DPC Partai Demokrat Kabupaten dan Kota Malang.

Dalam berita itu tertulis bahwa Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang Ghufron Marzuqi yang gagal mendapatkan rekom dari PKB sebagai calon wakil wali kota akan menggugat. Dikabarkan lebih lanjut, Ghufron dkk akan menggugat LPP DPC PKB Kota Malang, DPP PKB, dan Wali Kota Malang M. Anton.

Ghufron dan Demokrat Malang menyatakan berita yang ditulis Radar Malang itu merupakan fitnah. Parahnya lagi, terang Ghufron, berita tersebut juga tak dikonfirmasikan kepada dirinya.

Baca Juga: Demokrat Malang Tuduh Radar Malang Tulis Berita Fitnah

Pemimpin Redaksi Radar Malang Abdul Muntholib sendiri ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa wartawannya menulis berita tersebut berdasarkan sumber yang bisa dipercaya. Sedangkan mengenai tak adanya konfirmasi, Muntholib mengakui memang ada prosedur yang terlewatkan.

Ketua AJI Malang Hari Istiawan (http://ajimalang.blogspot.co.id)

Ketua PWI Malang Ariful Huda mengatakan, konfirmasi kepada narasumber yang disebutkan dalam pemberitaan tertuang pada pasal kode etik jurnalistik. “Kode etik jurnalistik itu kan sebuah kitab suci wartawan. Semua media massa punya kitab suci yang wajib ditaati yaitu kode etik jurnalistik itu. Nah masalah konfirmasi kebenaran suatu informasi itu sudah dicantumkan dengan tegas,” ujar pria yang akrab dipanggil Arif tersebut kepada MalangTIMES, Rabu (10/1/2018) petang.

Pada pasal 3 kode etik jurnalistik disebutkan bahwa wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah. Selain itu, pada pasal 4 disebutkan bahwa wartawan Indonesia tidak boleh membuat berita bohong dan fitnah.

”Apapun media massanya, dilarang keras membuat berita bohong dan fitnah. Dan dalam momen pemilihan wali kota, media massa harus netral. Dan tidak boleh membuat berita yang tendensius,” terangnya.

Sementara itu Ketua AJI Malang Hari Istiawan menegaskan konfirmasi kepada narasumber merupakan bagian penting dari pemberitaan. “Ya dalam menulis berita harus mengikuti aturan-aturan yang ada pada kode etik jurnalistik. Karena media tidak boleh memiliki tendensi dan tidak boleh berpihak pada salah satu pihak,” ucap Hari.

Ketua PWI Malang Ariful Huda (http://adadimalang.com)

Dia menekankan media tidak boleh terbawa arus pesta demokrasi pilkada. Media massa, kata Hari, harus bersikap netral dan tidak menyudutkan salah satu partai politik tertentu. ”Sikap media massa pada pemilihan kepala daerah, termasuk di Malang, harus netral, tidak memihak. Memberitakan yang berimbang dan menyebarkan kepada masyarakat informasi yang benar,” imbuh Hari.

Oleh karena itu, penyebutan nama Ghufron dalam berita utama Radar Malang tanpa disertai konfirmasi yang bersangkutan disayangkan oleh Hari. “Ya seharusnya apabila menyebutkan nama-nama tersebut juga disertai konfirmasi kepada semua yang disebutkan dan bukan hanya kepada salah satu nama saja,” pungkasnya. (*)

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top