Demokrat Malang Tuduh Radar Malang Tulis Berita Fitnah

Ghufron Marzuqi dan berita di Radar Malang yang dipermasalahkannya.
Ghufron Marzuqi dan berita di Radar Malang yang dipermasalahkannya.

BANYUWANGITIMES, MALANGAtmosfir pemilihan wali (pilwali) Kota Malang yang awalnya adem ayem, kini mulai memanas. Iklim yang tidak kondusif ini dipicu lantaran adanya isu dan kabar fitnah yang diduga dilakukan media massa mainstream di Malang.

Salah satu pihak yang merasa menjadi korban pemberitaan fitnah adalah DPC Partai Demokrat Kota Malang dan Ketua DPC Demokrat Kabupaten Malang Ghufron Marzuqi. Dan media massa yang dituduh menulis berita fitnah adalah Radar Malang, salah satu media besar di Bhumi Arema ini.

Tuduhan adanya fitnah ini dilontarkan Ghufron gara-gara dirinya ditulis di Radar Malang edisi Rabu (10/1/2018) berjudul Di-Del sebelum Tanding, Gunadi CS Gugat PKB. Dalam edisi itu dijelaskan Ghufron dkk akan menggugat Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPC PKB Kota Malang, DPP PKB, dan incumbent M. Anton.

Gugatan tersebut kabarnya akan diajukan ke tiga lembaga hukum sekaligus. Yakni pengadilan tata usaha negara (PTUN), gugatan perdata ke pengadilan negeri (PN) Malang, dan laporan pidana ke Polda Jatim.

Dalam pemberitaan tersebut dijelaskan ada empat bakal calon wali kota (bacawali) yang mendaftar di DPC PKB akan menggugat. Selain Ghufron, versi Radar Malang, yang akan menggugat adalah Gunadi Handoko (ketua DPC Peradi Malang), Isnaini (pengusaha), dan Hadi Prajoko (alumnus GMNI).

Dasar gugatan adalah karena yang direkom PKB sebagai calon wakil wali kota adalah Syamsul Mahmud. Orang yang selama ini dianggap tak mengikuti pendaftaran dari awal. Padahal, para bacawali yang mengikuti pendaftaran dari awal sudah mengeluarkan banyak uang dan mengikuti semua prosedur yang ada.

”Saya tidak pernah punya niat untuk menggugat. Saya ini orang partai (Demokrat), jadi saya tahu prosedur masing-masing partai dalam mengeluarkan rekom. Tapi kok tiba-tiba muncul berita bahwa saya akan menggugat Abah (Anton) dan PKB. Ini jelas-jelas fitnah,” terang Ghufron.

Apalagi, terang dia, dirinya sama sekali belum dimintai konfirmasi oleh wartawan Radar Malang. ”Saya sudah menghubungi pimpinan Radar Malang. Katanya mau diberikan hak jawab. Seharusnya, sebagai sebuah media massa, sebelum berita keluar wajib ada konfirmasi, biar berimbang. Ini tidak ada sama sekali,” ucapnya.

Berdasarkan penelusuran MalangTIMES, media berjejaring terbesar di Indonesia, di berita Radar Malang memang tidak menyebut adanya konfirmasi dari Ghufron maupun Isnaini. Yang dimintai keterangan hanya Gunadi dan Hadi.

”Saya tidak tahu apa ada tendensi dalam pemberitaan di Radar Malang kok memberitakan saya akan menggugat tanpa ada konfirmasi dari saya. Hanya saja, selama ini saya jarang dimasukkan dalam pemberitaan Radar Malang mengenai kontestasi pilwali, tapi begitu ada gugat-menggugat, tiba-tiba nama saya dimunculkan,” jelas Ghufron.

Dia menilai pemberitaan di media cetak tersebut penuh dengan tendensius. Yakni ingin membenturkan dirinya sebagai ketua partai (Demokrat) dengan partai lainnya (PKB). Juga ingin membenturkan secara personal antara dirinya dengan Anton dan Syamsul yang selama ini menjadi sahabatnya.

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang Joshua Sebayang. Dia dengan tegas menyatakan bahwa selama ini Radar Malang berlaku tidak adil. Joshua menyatakan Radar Malang tidak pernah memberitakan kegiatan Ghufron dan Demokrat. Bahkan dalam poling pun tidak menyertakan nama Gufron.

“Kok kalau masalah kasus-kasus Demokrat baru disebutkan. Tidak ada konfirmasi lagi. Kemana saja waktu ada kegiatan Demokrat. Kita kan sama-sama orang Malang, apa susahnya sih tanya dan konfirmasi,” beber dia.

Joshua amat meyayangkan sikap Radar Malang yang dianggapnya tidak netral dan tendensius. Menurutnya, pada proses pesta demokrasi, media massa seharusnya dapat bersikap netral, tidak memihak, dan menyebar kebencian pada salah satu partai politik tertentu.

“Saya rasa semua tahu ya bahwa tugas media massa adalah menyebarkan informasi yang benar kepada masyarakat. Artinya semua partai politik ya harusnya diberitakan secara imbang,” lanjut Joshua dengan nada tinggi.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Malang Arief Dharmawan juga tegas mengatakan berita gugatan Ghufron sama sekali tidak benar. “Kalau dari kami tidak ada pembicaraan terkait gugatan bacawawali kepada PKB maupun Abah. Jadi, kalau ada berita seperti itu adalah fitnah belaka,” tegas Arief.

Benarkah ada fitnah dan tendensi di balik berita Radar Malang, ikuti serial berita selanjutnya di MalangTIMES. Wartawan media ini akan menyajikan tanggapan dari pemimpin redaksi Radar Malang, serta dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang. (*)

 
Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top