Travel Bodong Asal Tulungagung Tipu Puluhan Calon Jamaah Umroh, Korban Ada Yang Dari Blitar

Kantor Callendo Wisata Tour And Travel di Jal KH Abu Mansur No 21 Desa Tawangsari Kewungwaru Tulungagung.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Kantor Callendo Wisata Tour And Travel di Jal KH Abu Mansur No 21 Desa Tawangsari Kewungwaru Tulungagung.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

BANYUWANGITIMES, BLITAR – Sekitar  35 orang dari berbagai daerah di Jawa Timur menjadi korban penipuan pemberangkatan ibadah umroh.

Masing-masing korban mengaku membayar lunas pembayaran kepada Callendo Wisata Tour And Travel asal Kabupaten Tulungagung agar bisa melaksanakan ibadah ke tanah suci.

Informasi yang diterima BLITARTIMES,  35 orang tersebut telah melakukan perjanjian dengan pihak travel dan dijanjikan akan diberangkatkan umroh ke tanah suci pada bulan Desember 2017. Pada akhirnya para konsumen merasa kecewa setelah pihak travel membatalkan keberangkatan secara sepihak.

Salah satu korban ZH, seorang PNS asal Kota Blitar, mengaku membeli paket umroh pada bulan Desember 2016 dan sesuai perjanjian akan diberangkatkan  bulan Desember 2017. Namun ternyata pihak travel mengingkari kesepakatan dan ZH bersama konsumen lainnya batal berangkat.

“Seluruh calon jamaah sudah bayar lunas seluruh pembayaran satu tahun yang lalu sejak perjanjian dibuat.Pihak travel memberitahu pembatalan satu minggu sebelum pemberangkatan. Ini namanya pembatalan sepihak karena tanpa melalui perubahan perjanjian dan hanya melalui surat pemberitahuan bila pemberangkatan akan dilaksanakan bulan Maret. Saya sudah nego tapi tidak bisa. Ini jelas merugikan karena saya sebagai PNS juga terlanjur ambil cuti sepuluh hari mulai tanggal 21 desember,” kata ZH, Sabtu (6/1/2018).

Ditegaskan, seluruh konsumen juga merasa tertipu karena sudah membayar lunas tapi tidak diberi tiket dan diberangkatkan sesuai perjanjian awal. sayangnya, tidak semua konsumen berani buka suara karena takut.

“Kalau saya sebenarnya sudah mencoba melakukan itikad baik dengan musyawarah untuk mufakad namun pihak Callendo ternyata tidak mengembalikan uang saya secara utuh. Sampai sekarang uang yang dikembalikan tidak sampai 20% dari keseluruhan uang yang saya setorkan. Ini jelas tidak bertanggungjawab. Kita sebagai konsumen hingga sekarang pro aktif untuk nagih terus,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, apabila pihak Callendo tidak bisa diajak menyelesaikan masalah ini secara baik-baik, para konsumen sepakat akan membawa persoalan ini ke ranah hukum dengan melapor ke polisi. Namun sebelum melapor, pihaknya menyarankan kepada polisi untuk terlebih dahulu mengecek perijinan Callendo Wisata Tour And Travel. Apakah biro travel tersebut memiliki surat-surat lengkap sebagai biro perjalanan wisata dan umroh.

“Kami jadi meragukan legalitas Callendo, jangan-jangan itu travel bodong. Karena ada informasi, konsumen bisa berangkat jika membayar 15 juta lagi. Dan sepatutnya hal semacam ini jadi perhatian pemerintan khususnya Kementrian Agama bidang haji dan umroh untuk turun melakukan verifikasi. Apakah Callendo Wisata Tour And Travel ini bodong atau tidak ijinnya,” pungkasnya.(*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Heryanto
Publisher : Angga .
Sumber : Blitar TIMES
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top