Hadiri Workshop di Bali, Bupati Malang Rendra Kresna Komitmen Sukseskan Sejumlah Program Ini

Workshop Kebijakan dan Strategi AMPL dalam dokumen perencanaan daerah yang diikuti oleh Bupati Malang Rendra Kresna sebagai bentuk komitmen dalam mensukseskan program 100-0-100 (Foto : Istimewa)
Workshop Kebijakan dan Strategi AMPL dalam dokumen perencanaan daerah yang diikuti oleh Bupati Malang Rendra Kresna sebagai bentuk komitmen dalam mensukseskan program 100-0-100 (Foto : Istimewa)

BANYUWANGITIMES, MALANG – Komitmen menyukseskan program 100% akses air minum aman, 0% permukiman kumuh, dan 100% akses sanitasi layak atau 100-0-100 tetap menjadi prioritas program kerja di Kabupaten Malang, selain program lainnya.

Komitmen ini bahkan diwujudkan dalam program kerja di seluruh Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD) sesuai tupoksinya dalam mewujudkan program besutan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yaitu 100-0-100.

Melalui gencarnya program bedah rumah yang dilaksanakan oleh seluruh OPD sampai pada pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) sampai pada berbagai sosialisasi dan target penuntasan dalam permasalahan sanitasi.

Berbagai komitmen nyata yang didorong oleh Bupati Malang Dr H Rendra Kresna melalui berbagai kebijakannya dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, diperkuat kembali melalui Workshop Kebijakan dan Strategi AMPL (Air Minum dan Penyehatan Lingkungan) Dalam Dokumen Perencanaan Daerah di Denpasar, Bali.

Bupati Malang Rendra Kresna didampingi Kepala Bappeda Tomie Herawanto (kiri), Wahyu Hidayat (dua dari kanan) Kadis PKPCK dan Dirut PDAM (paling kanan) dalam workshop AMPL di Denpasar, Bali.Bupati Malang Rendra Kresna didampingi Kepala Bappeda Tomie Herawanto (kiri), Wahyu Hidayat (dua dari kanan) Kadis PKPCK dan Dirut PDAM (paling kanan) dalam workshop AMPL di Denpasar, Bali.

Bupati Malang yang diundang dalam forum tersebut bersama Kepala Bappeda, Kepala Dinas Perumahaan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya dan PDAM Kabupaten Malang selama 3 hari yaitu dari tanggal 11-13 Oktober 2017, merupakan langkah nyata atas komitmen menyukseskan program 100-0-100.

"Acara ini penting untuk mengingatkan komitmen bersama dalam merealisasikan universal acces 100 - 0 - 100 ditahun 2019,"kata Wahyu Hidayat Kadis PKP dan Cipta Karya Kabupaten Malang, Rabu (11/10).

Komitmen inilah yang nantinya akan kembali diperkuat oleh seluruh Bupati se-Jawa Bali, Kalimantan dan Nusatenggara Timur (NTT) dalam forum AMPL di Denpasar, Bali. 

Melalui kebijakan dalam berbagai program yang berhubungan dengan 100-0-100 dalam dokumen perencanaan daerah masing-masing.

Kabupaten Malang, tentunya, tidak terlalu asing dengan program tersebut. Hal ini karena program kerja tersebut sudah dijalankan dan jadi acuan kerja dalam dokumen perencanaan daerah.

"Substansinya program 100-0-100 sudah berjalan di sini. Tinggal terus kita tingkatkan setiap tahunnya,"ujar Wahyu yang mencontohkan 0 persen permukiman kumuh di aplikasikan dalam program bedah rumah.

Pun dalam 100 persen akses air minum aman, dan 100% akses sanitasi layak, terus dilakukan dan ditingkatkan kuantitasnya. "Baik melalui anggaran daerah maupun anggaran kementerian,"imbuh Wahyu yang melalui kedinasannya juga terus memacu 100-0-100 bisa terwujud sampai tahun 2019.

Ditingkat nasional, penyediaan air minum aman telah mencapai 71, 66%, sanitasi layak 64,07% dan luasan permukiman kumuh yang perlu ditangani tersisa 8,18%.

Sisa penyelesaian 100-0-100 di tahun 2019 nanti inilah yang dalam forum AMPL kembali diperkokoh dalam perencanaan setiap daerah.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top