Gandoli Anas, Gabungan LSM Banyuwangi Tolak Rekomendasi sebagai Cagub Jatim

Gabungan LSM Banyuwangi tolak rekomendasi pencalonan Abdullah Azwar Anas sebagai Cagub dan Cawagub Jatim 2018-2023
Gabungan LSM Banyuwangi tolak rekomendasi pencalonan Abdullah Azwar Anas sebagai Cagub dan Cawagub Jatim 2018-2023

BANYUWANGITIMES – Beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Banyuwangi dan Solidaritas Rakyat Banyuwangi geruduk kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rabu (9/8/17). 

Kedatangan para pegiat di Banyuwangi tersebut untuk menyerahkan surat pernyataan sikap penolakan rekomendasi pencalonan Abdullah Azwar Anas pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubenur Propinsi Jawa Timur periode 2018-2023.

Salah satu perwakilan LSM, melalui Yoyok dari LSM Start menyatakan, mereka dari gabungan LSM Banyuwangi dan Solidaritas Rakyat Banyuwangi sengaja datang di kantor DPC PKB untuk menindaklanjuti penyerahan surat pernyataan sikap penolakan rekomendasi pencalonan Abdullah Azwar Anas pada Pilgub dan Pilcawagub Jatim. 

Menurut mereka, hingga saat ini sebagian permasalahan di Banyuwangi masih belum terselesaikan secara tuntas. Dan mereka beranggapan hanya Anas dan Yusuf lah yang mampu menyelesaikan secara bijak, tegas dan tuntas.

"Kita minta Anas - Yusuf menyelesaikan masa jabatannya sampai akhir tahun 2020 guna menuntaskan berbagai masalah yang ada," tegas Yoyok.

Ada beberapa permasalahan yang harus diselesaikan Anas dari pada meninggalkan Kabupaten Banyuwangi. Diantaranya, soal PT. PBS yang mesti melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), kasus Serikat Tani Desa Tamansari, kasus turunnya nilai kemampuan setoran PAD dari PDAU-PDAM, rencana niega proyek pasar pusat kota Banyuwangi. 

Selain itu juga hasil rekomendasi pansus DPRD Propinsi Jawa Timur terkait pertambangan di Tumpang Pitu PT. BSI, di mana Bupati Anas telah menyerahkan penyertaan modal dana sebesar Rp 22,9 M menggunakan dana APBD Kabupaten Banyuwangi.

"Menurut kami atas nama gabungan beberapa LSM dan Lembaga Solidaritas Rakyat Kabupaten Banyuwangi, Anas mempunyai dasar kemampuan untuk memajukan Banyuwangi agar semakin bertambah maju," imbuh Yoyok.

Mengingat berbagai hal itu, gabungan LSM berharap agar Anas bisa menyelesaikan masa jabatannya hingga kedepan berakhir pada 2020.

"Tidak usah meninggalkan Banyuwangi dalam rangka pencalonan sebagai Cagub dan Cawagub Jatim. Kita minta DPC PKB menarik kembali surat pendaftaran pencalonan Anas," seru Yoyok diamini pegiat LSM lainnya. 

Ditambahkan, jika Anas tidak memenuhi janjinya, gabungan LSM Banyuwagi yang terdiri dari LSM Start, LSM Rejowangi, LSM Gerak, Pegiat Tipikor, LSM Formas, Promeg'98 dan Solidaritas Rakyat Banyuwangi yang diantaranya digawangi oleh Yoyok,  Mujiono,  Eko Sukartono,  Sulaiman Sabang, Rory Rasuli, akan mengirimkan surat pernyataan mereka ke DPD PDI Perjuangan Jatim, DPW PKB Jatim, DPP PDI Perjuangan Jakarta dan DPP PKB di Jakarta.

"Untuk di tingkat kabupaten, surat pernyataan sikap penolakan rekomendasi pencalonan Anas untuk maju sebagai Cagub dan Cawagub Jatim sudah kita serahkan di kantor DPC PKB Banyuwangi hari ini, Rabo (9/8/17)," tandasnya.

Pewarta : Hakim Said
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Banyuwangi TIMES
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top