Mari-Mari, Bupati Malang Rendra Kresna Ingatkan ASN Kabupaten Malang Jangan Main Pintu Belakang

Bupati Malang Rendra Kresna sindir ASN Kabupaten Malang melalui lagu lawas Koes Plus yang berjudul Mari-Mari setelah acara PDAM Kabupaten Malang, Rabu (09/08). (Nana)
Bupati Malang Rendra Kresna sindir ASN Kabupaten Malang melalui lagu lawas Koes Plus yang berjudul Mari-Mari setelah acara PDAM Kabupaten Malang, Rabu (09/08). (Nana)

BANYUWANGITIMES, MALANGMelalui lagu lawas ciptaan Koes Plus yang berjudul Mari-Mari, Bupati Malang Dr H Rendra Kresna mengingatkan dengan gaya khasnya kepada jajaran aparatur sipil negara (ASN) di bawahnya setelah acara Tasyakuran HUT Ke-36 dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kantor Pusat PDAM Kabupaten Malang, Rabu (09/08) selesai.

Rendra yang didaulat untuk bernyayi di hadapan sekitar 400 tamu undangan ini dengan cermat memilih lagu Koes Plus berjudul Mari-Mari yang secara lirik dan musik bernada riang. Tapi, di tangan Rendra yang menyanyikan lagu lawas tersebut, lagu ini menjadi medium peringatan bagi jajarannya dalam melaksanakan tugas sehari-hari melayani masyarakat.

"Mari-mari oo...//Berterus terang oo...//Jangan lewat oo...//Pintu belakang," . Begitulah penggalan lirik lagu Mari-Mari yang dinyanyikan Rendra.

Bupati Malang Rendra Kresna secara cerdas memakai lirik lagu Mari-mari untuk medium peringatan kepada jajarannya dalam melaksanakan tugas jangan sampai terjebak bermain lewat pintu belakang (Nana)

Dibsela-sela musik pengantar, Rendra menyelipkan pesan dan peringatan kepada tamu undangan yang terdiri dari kepala OPD dan ASN Kabupaten Malang.

"Jangan lewat pintu belakang dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan tupoksi pemerintahan. Jangan cari jalan cepat tapi membuat masalah di kemudian hari," kata Rendra mengingatkan jajarannya.

Melalui lagu, Rendra yang baru meresmikan peletakan batu pertama pembangunan kantor pusat PDAM Kabupaten Malang yang rencana menelan anggaran sekitar Rp 9,2 miliar terus mendorong jajarannya untuk berdisiplin dalam menjalankan amanah rakyat dan taat terhadap aturan dan regulasi yang ada.

"Apabila ada permasalahan apa pun, jangan slintat-slintut dan menyampaikannya kepada yang tidak berwenang. Lapor ke pimpinan," tandas Rendra yang kembali bernyanyi dengan riang.

Sentilan cerdas bupati Malang yang mencintai berbagai bentuk kesenian inibmembuat para tamu undangan terhenyak dan sebagian tertawa dengan lirik yang disenandungkannya.

Sindiran cerdas ini juga selain untuk mengingatkan ASN Kabupaten Malang juga sebagai bentuk proteksi anti-main pintu belakang bagi seluruh elemen masyarakat yang berhubungan dengan Pemerintahan Kabupaten Malang.

Bermain lewat pintu belakang selain membuat citra pemerintahan tercoreng, efek jangka panjangnya akan membuat proses pemerintahan bersih dan baik (good and clean government) semakin jauh dan sulit dilaksanakan. (*)

Pewarta : Dede Nana
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top