Komunitas LGBT Malang Booming di Media Sosial (8)

Ini Sikap Tegas Bupati Malang Rendra Kresna atas Maraknya LGBT Malang di Medsos

Bupati Malang Rendra Kresna (dua dari kanan) secara tegas menyampaikan pendapatnya atas maraknya LGBT Malang di medsos yang menuai respons kekhawatiran khalayak umum.(Nana)
Bupati Malang Rendra Kresna (dua dari kanan) secara tegas menyampaikan pendapatnya atas maraknya LGBT Malang di medsos yang menuai respons kekhawatiran khalayak umum.(Nana)

BANYUWANGITIMES, MALANGPemerintahan Kabupaten (Pemkab) Malang dengan tegas menyatakan sikap atas maraknya grup lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) Malang yang kini begitu menjamur di media sosial (medsos) setelah tim MalangTIMES mengangkat fenomena tersebut.

Pernyataan tegas dari Pemkab Malang yang langsung disampaikan Bupati Dr H Rendra Kresna serupa antitesis apa yang disampaikan  Ketua Muhammadiyah Malang Dr Abdul Haris tentang keprihatinannya terhadap peran pemerintah yang terkesan tidak peka bahkan tidak serius menyikapi maraknya grup LGBT di kalangan pelajar .

(Baca Juga :Normatif, Pemkot Malang dan Batu Tak Serius Sikapi LGBT yang Marak di Kalangan Pelajar, 25/07/2017).

"Kami tegas kalau memang ini terjadi dan meresahkan masyarakat umum di Kabupaten Malang. Saya akan perintahkan Satpol PP, Dinas Sosial dan instansi terkait untuk turun," tandas Rendra, Rabu (26/07) kepada Malang TIMES.

Pernyataan bupati Malang yang terus mendorong terwujudnya masyarakat Kabupaten Malang yang agamis sesuai visi misinya dalam dua periode itu tentunya bukan sekadar untuk membatasi atau melarang hak asasi manusia yang berada dalam lingkaran LGBT tersebut. Tapi, hak asasi manusia yang bertentangan dengan aturan atau norma sosial apalagi agama, eksesnya akan sangat merugikan bagi masyarakat secara keseluruhan yang ada di wilayah tersebut.

"Sejarah telah membuktikan itu. Alquran pun dengan jelas telah memperingatkan akibat dari hal tersebut, seperti kaum Sodom yang dilaknat oleh Allah," ungkap Rendra yang berharap di wilayahnya tidak ada atau terjadi seperti itu.

Dia juga melanjutkan, apabila memang terjadi LGBT dan mulai beraktivitas secara terbuka dan terang-terangan di muka umum, Pemkab Malang akan segera melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan sesuai aturan dan hukum yang berlaku dalam menghadang penyebaran perilaku tersebut. "Sekali lagi karena eksesnya bisa menimbulkan berbagai bencana yang menimpa wilayah kami. Ini tentunya yang tidak kita inginkan bersama," tegas bupati yang dekat dengan para ulama ini.

Rendra juga meminta kalau memang terjadi penyebaran masif LGBT di Kabupaten Malang, seluruh elemen masyarakat harus ikut serta mengawasinya. Tapi dia mengimbau jangan bertindak sendiri-sendiri. "Ada aturan-aturan hukum yang tetap harus dipatuhi dalam upaya meminimalisasi gerak LGBT atau bahkan melalui berbagai proses pendekatan kedokteran dan psikologi dalam mencari dan memulihkan berbagai sumber lahirnya perilaku tersebut," kata Rendra. (*)

Pewarta : Dede Nana
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top