Mogok Massal Awak Mobil Tangki, protes Sistem Kontrak Kerja

Ratusan awak mobil tangki yang mogok massal (Foto : Hakim Said/BanyuwangiTIMES)
Ratusan awak mobil tangki yang mogok massal (Foto : Hakim Said/BanyuwangiTIMES)

BANYUWANGITIMES –  tidak puas dengan sistem kontrak yang diberlakukan, ratusan awak mobil tangki (AMT) melakukan aksi mogok. Selama aksi, mereka mengandangkan seluruh armada truk tangki di areal parkir Dipo Pertamina.

Sebagai pelampiasan, mereka luapkan dengan cara menggelar panggung persis dipinggir jalan depan Dipo Pertamina Tanjungwangi, di utara Pelabuhan Ketapang. Sejak pagi, para awak sopir itu berkumpul. Mereka berorasi secara bergantian.

Ada lima tuntutan yang disuarakan. Diantaranya, mendesak dipekerjakan kembali sopir yang dipecat sepihak. Lalu, mendesak semua sopir diangkat menjadi karyawan tetap. Rapelan uang lembur wajib dibayarkan. Dan jam kerja hanya 8 jam, selebihnya wajib dihitung lembur.

“Selama ini kami hanya menjadi tenaga kontrak di pihak ketiga. Bukan dari anak perusahaan Pertamina. Gaji kami juga minim, hanya standar UMK,” sergah Busairi SR, Ketua AMT Dipo Pertamina Banyuwangi, disela-sela aksi.

Aksi mogok ini, lanjut Busairi, berlangsung secara nasional serta serempak. Tuntutannya juga sama. Sebab, lanjut Busairi, nasib para sopir tangki cukup memprihatinkan.

Dengan resiko pekerjaan yang berat, kerja 24 jam, gaji yang diterima hanya UMK.

“Jadi, tak ada uang lembur,” keluhnya.

Parahnya lagi, karena berstatus kontrak, para sopir yang rata-rata bekerja di atas 5 tahun, rawan dipecat sepihak. Pesangon juga tak jelas.

Total para sopir tangki BBM di Banyuwangi sebanyak 150 orang. Mereka terdiri dari sopir dan kenek. Jumlah armadanya sekitar 50 unit, melayani seluruh SPBU di lima kabupaten. Masing-masing Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso hingga Lumajang. Aksi mogok kata Busairi akan digelar hingga 26 Juni mendatang.

“Kita ikuti arahan DPP AMT. Jika kesepakatan dengan Pertamina masih belum jelas. Mogok bisa saja berlanjut,” tegasnya.

Aksi juga sengaja digelar mendekati Lebaran. Harapannya, pihak Pertamina dan anak perusahaannya mau mendengarkan aspirasi para sopir.

Meski berlangsung damai, aksi mogok ini mendapat pengamanan ketat aparat Kepolisian. Puluhan personel Polres Banyuwangi bersiaga di depan gerbang Dipo Pertamina.

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi dari pihak Pertamina Banyuwangi terkait aksi ini. Termasuk, imbas pengiriman BBM. Pantauan di lokasi, beberapa truk tanki BBM terlihat beraktivitas mengirimkan pasokan BBM. 

Pewarta : Hakim Said
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Banyuwangi TIMES
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top