Bawa Kabur Pacar, Pria Bertato Digelandang Polisi

Tersangka Widi Wijayanto saat digelandang aparat di Mapolsek Tegalsari (Foto : Hakim Said/BanyuwangiTIMES)
Tersangka Widi Wijayanto saat digelandang aparat di Mapolsek Tegalsari (Foto : Hakim Said/BanyuwangiTIMES)

BANYUWANGITIMES –  Jalinan asmara Widi Wijayanto (21) dengan kekasihnya, sebut saja namanya Mawar harus kandas ditengah jalan.

Lantaran nekad membawa kabur pujaan hatinya yang masih belum dewasa, pemuda kelahiran Jayapura ini akhirnya harus meringkuk di dalam sel tahanan Mapolsek Tegalsari.

Impian bisa tinggal serumah dan membina mahligai rumah tangga bersama Mawar buyarlah sudah. Harapan baik yang ada dalam benak Widi kini hanya tinggal bayangan.

Kenangan manis bersama kekasihnya harus dikubur dalam-dalam pasca orang tua Mawar tak terima putrinya dibawa pergi tanpa pamit.

Kegeraman orang tua pacarnya itulah yang kemudian menyebabkan Widi harus berurusan dengan polisi. Bukannya dinikahkan, Widi justru harus menjawab sejumlah pertanyaan penyidik untuk melengkapi berkas acara pemeriksaan (BAP) atas dugaan kasus melakukan bujuk rayu terhadap gadis dibawah umur seperti diatur dalam pasal 76 E junto pasal 81 ayat 2 dan 82 ayat 1 UURI  No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Widi, kata Kapolsek Tegalsari, AKP. Suhardi, tinggal di Dusun Simbar, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu.

Pemuda bertato di bagian lengan itu memacari Mawar pasca pertemuan pertama di lokasi wisata Alam Indah Lestari (AIL) Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, sekitar periode Maret 2017 lalu.

“Sejak itu hubungan keduanya terus. Sampai akhirnya Mawar pergi bersama pelaku dan tidak pulang ke rumah sehingga membuat orang tuanya cemas. Kasus ini kita tangani sejak menerima aduan pada 15 Juni 2017,” beber Kapolsek AKP. Suhardi.

Status Mawar dianggap belum dewasa karena masih berstatus pelajar di sebuah sekolah swasta di wilayah Genteng. Usianya bahkan belum genap 18 tahun. Itu sebabnya aparat kemudian memproses kasus ini.

“Pelaku ditangkap di rumah tinggalnya di Kecamatan Sempu. Saat ini korban telah berkumpul kembali bersama orang tuanya di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari,” tambah Kapolsek.

“Pacaran boleh asal tidak menabrak rambu hukum. Jangan melakukan tindakan asusila selama belum resmi menjadi suami istri. Tidak boleh membawa pergi pacar tanpa seijin orang tuanya. Bila dilanggar ancamannya bisa pidana. Ironisnya kasus seperti ini tidak banyak disadari kalangan muda. Padahal contoh kasus sudah banyak,” tandasnya.

Pewarta : Hakim Said
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Banyuwangi TIMES
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top