Ikuti Jejak Rasulullah, Inilah Menu Berbuka Puasa Ala Bupati Malang Rendra Kresna

Bupati Malang Dr H Rendra Kresna (dua dari kanan) mengawali berbuka puasa dengan beberapa teguk air putih sebelum bersantap menu makanan sederhana yang dihidangkan setelah salat magrib berjamaah. (dokumentasi Nana dalam Safari Ramadan di Pujon)
Bupati Malang Dr H Rendra Kresna (dua dari kanan) mengawali berbuka puasa dengan beberapa teguk air putih sebelum bersantap menu makanan sederhana yang dihidangkan setelah salat magrib berjamaah. (dokumentasi Nana dalam Safari Ramadan di Pujon)

BANYUWANGITIMES, MALANGAda yang menarik selama bulan Ramadan dalam setiap kunjungan kerja Bupati Malang Dr H Rendra Kresna baik dalam kegiatan Safari Ramadan maupun kegiatan lain yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama.

Meski acara setiap harinya ini padat, Rendra Kresna selalu hadir dan ada bersama warganya selama bulan Ramadan ini. Dari berbagai kegiatan tersebutlah, masyarakat semakin memahami karakteristik pimpinannya yang telah dua periode ini memimpin Kabupaten Malang yang memiliki luas wilayah 3.534,86 km persegi yang meliputi 33 kecamatan.

Bersahaja dan sederhana. Begitulah masyarakat Kabupaten Malang menilai Rendra Kresna langsung. Misal, dalam setiap berbuka puasa dengan masyarakat yang didatangi. Rendra mengawali setiap buka puasa dengan beberapa teguk air putih kemasan gelas yang juga jadi minuman berbuka puasa warga.

Hal ini terpantau secara berulang-ulang oleh kamera para media massa yang selalu hadir untuk mengabadikan berbagai momen kedekatan bupati dengan warganya.

Kebiasaan berbuka Rendra tersebut bahkan menjadi perbincangan hangat masyarakat setempat. "Lho Pak Bupati kalau buka puasa hanya dengan air putih saja ya?" ujar Asnawi (43). warga Tumpang, dalam acara buka bersama beberapa waktu lalu.

Asnawi dan beberapa warga lainnya juga menyatakan, sebelum berbuka dengan makanan berat (nasi dan lauk pauk) yang disediakan secara sederhana oleh warga setempat, Rendra selalu menunaikan salat magrib berjamaah terlebih dahulu  sebelum menyantap hidangan desa yang disediakan.

"Saya amati setelah magriban, Pak Rendra makannya juga biasa. Porsi sedang yang bagi saya tidak bisa membuat kenyang setelah seharian berpuasa," ucap Nasrullah (33). warga Pagelaran, lalu tertawa.

Menu berbuka Rendra juga tidak jauh berbeda dengan menu yang disantap warga yang berbuka puasa. Nasi putih, sayuran berkuah, daging ayam dan terselip menu tahu dalam berbagai racikan.

Bagi masyarakat umum yang menganggap menu berbuka puasa para pejabat pasti lengkap, mewah, dan berlimpah menunya terbantahkan dalam berbagai kegiatan yang selalu dihadiri bupati Malang ini. Bahkan dari berbagai perbincangan awak Malang TIMES, media online berjejaring terbesar di Indonesia ini, menu favorit sehari-hari saat Rendra di rumahnya adalah tempe, tahu dan telur.

"Saya suka tempe dibanding menu-menu barat, misalnya. Tapi kalau dalam kegiatan seperti Safari Ramadan ini, kan saya tidak bisa memaksakan kesukaan saya dalam bersantap," ujar Rendra, kemudian tertawa.

Bagi Rendra, bukan menu makanan berbuka puasa yang dicarinya dalam kecukupan rezekinya, tetapi kenikmatan berbuka dan berbagi dengan masyarakat  yang dipimpinnya yang dia cari. "Menu makanan itu soal keberapa. Intinya berbuka puasa itu bisa merasakan kebahagian dan kenikmatannya walau hanya berbuka dengan menu yang sederhana," ungkapnya.

Dari Anas bin Malik, ia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah),  jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air.

Pola Rasulullah berbuka puasa inilah yang dipraktikkan Rendra dalam membatalkan puasanya saat azan magrib berkemundang. Kesederhanaan dan tidak berlebih-lebihan dalam berbuka puasa ala Rendra juga didasarkan pada riwayat Nabi Muhammad yang mengawali berbuka puasa dengan 3 biji kurma. Bahkan tidak jarang karena tidak ada makanan, Rasulullah berbuka dengan satu kurma yang itu pun dibagi dua dengan Aisyah. "Tetapi Rasulullah tetap bisa menikmati berbuka dengan makanan yang ada dan sedikit itu," pungkas Rendra. (*)

Pewarta : Nana
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top