Bupati Malang Rendra Kresna: Pendapatan Petani Bawang Kalahkan Gaji Bupati

Bupati Malang bersama petani bawang Desa Jatiguwi, Sumberpucung, memulai tanam perdana bawang dengan bibit varietas unggul, Jumat (16/06). (Nana)
Bupati Malang bersama petani bawang Desa Jatiguwi, Sumberpucung, memulai tanam perdana bawang dengan bibit varietas unggul, Jumat (16/06). (Nana)

BANYUWANGITIMES, MALANGPetani bawang merah mampu meraup penghasilan besar dalam setiap bulan. Apalagi aktivitas petani bawang merah ditunjang berbagai infrastruktur pertanian dan bibit unggul.

Secara umum, infrastruktur pertanian di Kabupaten Malang cukup terbangun dengan baik, terutama bidang irigasi. Sedangkan untuk bibit unggul, pemerintah terus memberikan bantuan maupun subsidi setiap tahun kepada petani.

Dalam pola tanaman hortikultura, seperti bawang merah yang ditanam Kelompok Tani  Murih Makmur dan Sumber Rejeki Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, dengan jenis bibit bantuan pemerintah bernama Batu Ijo, produksi bawang berlipat-lipat. "Dengan Batu Ijo, petani bawang bisa menghasilkan 16 sampai 14 ton per hektare. Bandingkan dengan bibit lain yang hanya menghasilkan 5 ton per hektare," kata Bupati Malang Dr H Rendra Kresna, Jum'at (16/06).

Rendra berhitung, dengan produksi 1 hektare bisa menghasilkan 14 ton bawang merah dan setahun bisa panen tiga kali, pendapatan petani cukuplah tinggi. "Asumsinya anggap dari 14 ton per hektare hanya dapat 10 ton per hektare dikali tiga kali panen, jadinya 30 ton. Dikalikan harga per kilogram, misal Rp 15 ribu, maka petani setahun pendapatannya rata-rata Rp 450 juta," ungkap Rendra.

Dia melanjutkan. dengan pendapatan kotor itu, anggap saja biaya produksi sekitar 20 persen. Sisa pendapatan tinggal Rp 360 juta. "Jadi, pendapatan per bulan  Rp 30 juta. Ngalah-ngalahin gajinya bupati," seloroh Rendra kepada para petani bawang merah.

Pengembangan kawasan pertanian hortikultura ini selain mampu meningkatkan taraf perekonomian petani, juga dalam upaya  mengantisipasi meningkatnya nilai impor komoditas hortikultura. Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang M. Nasri Abdul Wahab. Ia menjelaskan, sesuai arahan pemerintah pusat, pihaknya antara lain melakukan pengembangan kawasan untuk komoditas prioritas, yaitu aneka cabai dan bawah merah. 

"Caranya melalui produksi benih unggulan, sertifikasi bawang dan peningkatan produksi dengan pola tanam berkesinambungan," kata Nasri kepada MALANGTIMES. (*)

Pewarta : Dede Nana
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top