Banyak Desa Bermasalah, Pemkab akan Siap Beri Pendampingan

Bupati Malang menyatakan semangat kita sama, bukan untuk mencari-cari kesalahan tetapi untuk meluruskan berbagai kesalahan yang memang tidak diniatkan oleh desa (Foto: Nana/ MalangTMES)
Bupati Malang menyatakan semangat kita sama, bukan untuk mencari-cari kesalahan tetapi untuk meluruskan berbagai kesalahan yang memang tidak diniatkan oleh desa (Foto: Nana/ MalangTMES)

BANYUWANGITIMES, MALANG – Bupati Malang Dr H Rendra Kresna memberikan pesan kuat kepada 57 Kepala Desa (Kades) yang dilantik hari ini, Selasa (13/06) di Pendopo Agung Kabupaten Malang. 

Pesan kuat bupati dua periode ini berkenaan dengan adanya beberapa kades yang tersandung permasalahan pengelolaan dana desa yang kini ditangani aparat hukum sejumlah lima desa.

Menurutnya, semangat Pemerintah Kabupaten Malang dalam hal ini bukan untuk mencari-cari kesalahan. Tapi bagaimana caranya kalau memang ada permasalahan bisa diselesaikan dengan cara-cara kebijakan lokal tanpa keluar dari rel hukum yang ada.

"Semangatnya adalah bukan kesalahan yang harus dicari-cari, tetapi kalau ada bias dari hal tersebut bisa diperbaiki sejak awal," kata Rendra yang juga mengatakan akan mendampingi desa-desa yang sedang tersandung masalah hukum tersebut.

Seperti diketahui dari informasi Inspektorat, ada 25 desa yang sedang diperiksa. Lima desa kini masuk ke ranah hukum dan siap berlanjut ke meja hijau. 

Desa Klepu di Kecamatan Sumbermanjingwetan, Desa Sukolilo Kecamatan Wajak, Desa Kasri Kecamatan Bululawang, Desa Bocek Kecamatan Karangploso, dan Desa Tegalgondo Kecamatan Karangploso adalah lima desa tersebut.

Sedangkan 20 desa lainnya dalam proses pemeriksaan secara mendalam oleh Inspektorat Kabupaten Malang.

Untuk menyikapi hal tersebut, Rendra menyampaikan langkah adanya strategi memperbanyak mentor dan pendamping-pendamping di tingkat desa.

Pendampingan bagi desa pun akan dilakukan sebagai bagian dari strategi tersebut. "Semangat kita saya rasa sama, kita tidak ingin menjerumuskan dan tidak ingin membuat orang dilihat salahnya saja," ujar Rendra.

Dia melanjutkan apalagi misalnya kalau perbuatan salah itu tidak diniatkan, tetapi karena ketidaktahuannya. "Dengan kondisi ini maka kita akan arahkan dan kita dampingi agar tidak lagi terjadi kesalahan yang sama," imbuhnya.

Dengan berbagai kendala dan tantangan tersebut, Rendra menegaskan bahwa menjabat jadi kades bukan hanya sekedar bentuk kemenangan dari Pilkades bulan kemarin saja, tapi ini bentuk amanah yang wajib dilaksanakan sebaik mungkin.

"Caranya dengan membuat kita berpengetahuan. Kades wajib memahami regulasi desa dan terutama juga terampil dalam merangkul elemen masyarakat lainnya," pungkas Rendra.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top