Mie Buah Naga, Oleh-Oleh Khas Banyuwangi

Mie Buah Naga produksi Pinisri, sudah siap di Toko UD. Sri Mulyo, Desa Sragi, Kecamatan Songgon (Foto : Hakim Said/BanyuwangiTIMES)
Mie Buah Naga produksi Pinisri, sudah siap di Toko UD. Sri Mulyo, Desa Sragi, Kecamatan Songgon (Foto : Hakim Said/BanyuwangiTIMES)

BANYUWANGITIMES – Sebagai destinasi wisata yang  lagi naik daun, Banyuwangi terus berkreasi untuk menarik para wisatawan. Kreasi yang terbaru adalah mie  buah naga. Hasil kreativitas warga Banyuwangi ini cocok untuk kuliner maupun oleh-oleh khas Banyuwangi.

Berlimpahnya panen buah naga di Banyuwangi dimanfaatkan oleh Pinisri (51), ‎warga Desa Sragi, Kecamatan Songgon dengan membuat makanan olahan berbahan buah naga. Daging buah naga yang berwarna merah, dia sulap menjadi mie.

"UMKM seperti kita ini harus bisa berinovasi. Sebab jika tidak akan ketinggalan zaman. Saya selalu mencoba hal-hal baru. Alhamdulillah banyak yang minat mie buah naga," ujarnya.

‎Untuk membuat mie buah naga ini, tambah Pinisri, tidak terlalu sulit. Buah naga yang masak dicampur dengan bahan dasar mie, yakni tepung terigu, yang kemudian dicampur dengan buah naga.

Karena buah naga banyak mengandung air, adonan mie itu pun tak perlu memakai air sebagai campuran. Cukup dengan air yang ada di buah naga itu.

Warna merah mendominasi lilitan panjang bahan yang dicetak melingkar. Kemudian bahan mie buah naga tersebut dijemur untuk memadatkan bahan tersebut.

"Rasanya juga enak. Ada rasa masam di mie-nya. Banyak yang suka dengan mie ini. Untuk satu bungkus kita kasih harga Rp 10 ribu," tambah pemilik produksi bahan makanan olehan UD. Sri Mulyo ini.

‎Untuk saat ini, kata Pinisri, dirinya hanya mampu mencetak 25 kilogram sekali buat. Namun lantaran banyak permintaan, dirinya menambah produksi mie buah naga ini sesuai dengan jumlah pesanan.

Bahkan dirinya juga berencana merekrut warga untuk membantunya memproduksi mie buah naga.

Produknya kini sudah dikirim ke Surabaya dan Jakarta. Bahkan beberapa sudah dikirim ke luar negeri.

"‎Kita ingin bentuk sentra usaha dan tetangga akan kita libatkan. Jadi nantinya kita ambil dari mereka," tambahnya.

Namun saat ini Pinisri mengaku proses pembuatan mie buah naga terkendala dengan musim hujan. Dirinya mengaku tidak bisa menjemur pada musim hujan ini.

Selain dibuat mie, buah naga juga diproses menjadi ekstrak buah naga, manisan buah naga dan bahan makanan atau camilan buah naga. Selain itu, Pinisri juga membuat makanan yang berbahan unik lainnya.

"Ada mie lidah buaya, mie kangkung, dan wortel. Ada juga kerupuk lidah buaya dan masih banyak lagi," tandasnya.

Nah, jika ingin membeli oleh-oleh mie buah naga atau olahan buah naga, tinggal datang saja ke toko UD. Sri Mulyo, Desa Sragi, Kecamatan Songgon. Mie buah naga, unik banget. Harga Rp 7500,- per kotak, isi seperempat, 8 keping. Perkeping berisi 40 gram.

Pewarta : Hakim Said
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Banyuwangi TIMES
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top