Pantai Tiga Warna: Buang Sampah Sembarangan, Pengunjung Didenda

Keeksotisan Pantai Tiga Warna di Kabupaten Malang. (foto istimewa)
Keeksotisan Pantai Tiga Warna di Kabupaten Malang. (foto istimewa)

BANYUWANGITIMES, MALANG – Keindahan pesona wisata pantai di Kabupaten Malang tidak ada habisnya. Salah satunya Pantai Tiga Warna. 
Mengunjungi pantai ini, pengunjung tidak hanya diajak menikmati pemandangan alam nan eksotis. Pengunjung juga harus peduli terhadap lingkungan.


Pantai yang berlokasi di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, itu memiliki tata tertib atau peraturan bagi para pengunjung. Apalagi, pantai ini merupakan kawasan konservasi yang dilindungi. Hal yang harus dipatuhi pengunjung jika kalian ingin mengunjungi pantai tiga warna hal yang harus dilakukan adalah :


Pertama, pengunjung harus booking dengan menentukan hari dan jumlah rombongan yang akan mengunjungi pantai tersebut.


Kemudian, melakukan reservasi. Jika kalian memilih weekend, usahakan maksimal satu bulan sebelumnya telah melakukan reservasi. Untuk weekday maksimal seminggu sebelumnya.


Jika  pengunjung ingin camping, bisa di Pantai Clungup atau Gatra. Tenda sudah disediakan pihak pengelola.


Setelah sampai di pintu utama Clungup Mangrove Coservation, pengunjung harus melakukan konfirmasi di pusat informasi. Selain itu, setiap barang bawaan Anda akan dicek dan dicatat. Jika ada sampah yang tertinggal, akan dikenakan denda sebesar Rp 100 ribu per item. Jadi jangan heran jika Anda tidak akan bisa menemukan sampah yang tak bertuan di tempat tersebut. 


Keunikan Don pantai ini adalah memiliki warna air laut yang berbeda-beda disebabkan oleh kedalaman air laut. Selain tempat ini bebas dari sampah, para wisatawan juga bisa melakukan snorkeling untuk menikmati panorama bawah laut berupa terumbu karang yang masih alami.

Anda tidak usah khawatir kalau ingin snorkeling karena di sana sudah menyediakan penyewaan peralatan snorkeling. Peralatannya, berupa kacamata dan baju renang, selang, dan rompi pelampung. 

Rute menuju ke arah ke Pantai Tiga Warna dari pusat kota Malang ke lokasi pantai ini kurang lebih 60 kilometer. Anda cukup mengikuti penunjuk arah menuju Kecamatan Bululawang – Kecamatan Turen – Kecamatan Sumbermanjing Wetan – Pantai Sendang Biru. 

Setelah sampai di pertigaan menuju Pantai Sendang Biru, ada penunjuk arah Pantai Clungup Mangrove Conservation. Itu penunjuk ke Pantai Clungup, Pantai Gatra dan Pantai Tiga Warna.

Dari pos tiket masuk, Anda akan melanjutkan perjalanan melewati jalan tanah sempit 2 kilometer, naik turun, dan pastinya licin saat musim hujan. Di sepanjang jalan mata Anda akan dimanjakan pemandangan hutan mangrove dan pemandangan yang asri di Pantai Clungup. 

Dari Pantai Clungup kemudian menuju Pantai Gatra ke arah kiri dengan melewati tegalan kurang lebih 3 kilometer. Pantai Gatra terdiri atas gugusan pulau karang kehijauan dan pasir putih yang indah. 

Setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju bukit di sebelah kiri Pantai Gatra. Kita akan bertemu dengan Pantai Tiga Warna. Perpaduan warna air laut yang biru, hijau, putihnya pasir pantai menjadi alasan atas penamaan dari pantai ini.


Berikut MalangTIMES memberikan tips bagi Anda yang berkunjung ke Pantai Tiga Warna. Hal yang lerlu diperhatikan di antaranya:

Disarankan saat berkunjung di pantai ini pada saat air laut sedang normal. Pasang surutnya air laut berpengaruh terhadap spot snorkeling yang Anda jelajahi. Jika air sedang surut, pihak petugas akan mengarahkan Anda ke area tertentu.

Lalu, Anda mengabadikan momen sembari membawa kamera anti air. Pantai Tiga Warna ini menawarkan keindahan taman laut yang sungguh mempesona. Jadi, sangat sayang jika tidak mengabadikannya.

Tak kalah pentingnya tentang kondisi fisik harus fit karena Anda akan berjalan kaki pulang pergi kurang lebih 2 jam dan menikmati panorama bawah laut di sana sekitar 2 jam. Jadi pastikan Anda sedang dalam keadaan fit.

Kemudian Anda harus memakai sandal gunung jika waktu kunjungan ke Pantai Tiga Warna saat musim hujan. Setiap pengunjung disarankan menggunakan sepatu gunung atau sandal gunung karena jalanan licin dan berbatu. (*)

Pewarta : imam syafii
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Herta Rizkasandi
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top