Kembangkan Ekonomi Kreatif, Pemkab Banyuwangi Gandeng Bekraf

Penandatanganan MoU antara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dengan Kepala Bekraf Triawan Munaf di sela-sela pelaksanaan Banyuwangi Batik Festival, Minggu (9/10/2016). (Foto : Widie Nurmahmudy/BanyuwangiTIMES)
Penandatanganan MoU antara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dengan Kepala Bekraf Triawan Munaf di sela-sela pelaksanaan Banyuwangi Batik Festival, Minggu (9/10/2016). (Foto : Widie Nurmahmudy/BanyuwangiTIMES)

BANYUWANGITIMES – Untuk lebih meningkatkan perekonomian pelaku ekonomi kreatif di Banyuwangi. Pemkab Banyuwangi dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait kerja sama komprehensif untuk mengembangkan industri kreatif berbasis desa.

Penandatanganan dilakukan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Kepala Bekraf Triawan Munaf di sela-sela pelaksanaan Banyuwangi Batik Festival, Minggu (9/10/2016). 

MoU tersebut berisi tentang pengembangan dan fasilitasi ekonomi kreatif berbasis desa di Banyuwangi. Ada tujuh ruang lingkup yang diatur dalam kesepakatan tersebut, yaitu riset; edukasi dan pengembangan ekonomi kreatif; akses permodalan; infrastruktur; pemasaran; regulasi; dan hubungan antar lembaga dan wilayah.

Kepala Bekraf Triawan Munaf mengapresiasi inisiatif Banyuwangi yang getol mengembangkan ekonomi kreatif, termasuk memadukannya dengan sektor pariwisata. 

”Banyuwangi memiliki potensinya besar mengembangkan produknya. Bahkan ada yang sudah diekspor, namun tidak dilabeli di sini, tapi dilabeli di Jakarta dan Bali. Bekraf akan mendampingi dari berbagai sisi agar pelaku ekonomi kreatif di desa bisa tumbuh berkelanjutan,” ujar Triawan.

Bekraf, lanjut Triawan, akan mempercepat transformasi ekonomi kreatif di desa-desa di Banyuwangi. ”kami akan mengirimkan tim Bekraf untuk menggali potensi Desa-Desa di Banyuwangi yang akan dijadikan pilot project, mulai riset, edukasi, infrastruktur, akses permodalan, pemasaran, dan sebagainya,” ujar Triawan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pengembangan ekonomi kreatif akan di fokuskan ke desa-desa. Karena menurutnya, Desa memiliki banyak potensi yang harus dorong dan dikembangkan.

Mengingat infrastruktur penunjangnya terbatas, seperti keberadaan komputer canggih dengan perangkat lunak desain terbaru. 

Semua pelaku ekonomi kreatif di desa tidak melakukan riset pasar, berbeda dengan di kota besar yang mudah melakukan riset dengan dukungan banyak lembaga.

”Kolaborasi pemerintah Banyuwangi bersama pemerintah pusat, nantinya akan mempermudah upaya pelaku ekonomi yang ada di Banyuwangi.”Katanya.

Pendampingan Bekraf saat ini baru bisa melakukan pendampingan  badan usaha di tiga desa yang menjadi pilot project pengembangan industri kreatif berbasis desa, yaitu Desa Tamansari Kecamatan Licin, Desa Gintangan Kecamatan Rogojampi, dan Desa Sumberbuluh Kecamatan Songgon.

Bekraf akan membantu desa-desa tersebut dalam hal pengembangan dan peningkatan kualitas produk ekonomi kreatif melalui pelatihan, bantuan alat, permodalan, pemasaran, dan pendampingan.

Pewarta : Widie Nurmahmudy
Editor : Heryanto
Publisher : Abdul Hanan
Sumber : Banyuwangi TIMES
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top