Tingkatkan Nilai Jual Bambu, Kelompok Usaha Ini Produksi Alat Rumah Tangga

Zainoto, salah satu anggota Kelompok Usaha Bersama Pring Indah tengah menyelesaikan penggarapan produk berbahan bambu (Foto: Widie Nurmahmudy/ BanyuwangiTIMES)
Zainoto, salah satu anggota Kelompok Usaha Bersama Pring Indah tengah menyelesaikan penggarapan produk berbahan bambu (Foto: Widie Nurmahmudy/ BanyuwangiTIMES)

BANYUWANGITIMES – Untuk meningkatkan nilai jual bambu, Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Pring Indah yang ada di Papring Sawahan Kalipuro Banyuwangi membuat inovasi piring bambu.

Tidak hanya piring, gelas, nampan, mangkok, lepek gelas dan tempat nasi juga di desain kreatif dan unik.

Menurut ketua Kube, Zainoto. inovasi bambu yang dibuat kerajinan bermula pada tahun 2012 silam, saat kelompoknya menjadi tuan rumah pelatihan oleh Disperindagtam.

Awalnya ada 4 kelompok yang dilibatkan dengan materi kerajinan yang berbeda. Antara lain, membuat kursi dari bambu, bunga dari bahan bambu, kap lampu dan perabot dari bambu. Namun yang bertahan hingga saat ini adalah kelompok 'Pring Indah' yang konsisten membuat perabot dapur dari bambu.

"Kalau membuat piring dari bahan bambu seperti ini memang butuh ketelatenan. Karena banyak proses yang dilakukan." Ungkapnya kepada Banyuwangi TIMES.

Zainoto menambahkan, dalam setiap piring memiliki ukuran yang beragam, seperti 32, 36, 24 dan 38.

Proses pembuatannya, bambu dibelah untuk dibuat serat. Kemudian, serat-serat bambu digulung dengan tongkat pusar di tengah. Setelah itu dilem dan didempul lalu dijemur kemudian digerinda. Setelah itu dilakukan penjemuran, gulungan bambu yang masih rata tersebut dibentuk sesuai pesanan, setelah itu dilem kembali dan digerinda lagi.

Untuk menghasilkan satu piring, biasanya akan menghabiskan serat sebanyak 120 serat untuk ukuran 22 cm atau 8 bilah bambu. Jenis bambu yang biasa digunakan meliputi bambu apus, bambu batu dan bambu tali.

"Untuk harga piring kisaran 25.000-75.000, mulai ukuran 22 cm sampai dengan 38 cm," tuturnya.

Sebelumnya, warga Papring Sawahan Kalipuro membuat gedek dari kulit bambu. Selain sebagai buruh di gudang semen, pupuk Daan beras. Dari 60 KK yang ada di Papring Sawahan, ada 5 KK yang membuat piring bambu.

Untuk penjualan, kata Zainoto. produknya dikirim ke Surabaya dan Bali. Saat ini, tambah Zainoto. Untuk memproduksi kerajinannya, hanya waktu ada pesanan. Mengingat pihaknya belum memiliki tempat penyimpanan.

 

"Pengiriman paling banyak pernah kirim ke Bali hingga 300 produk," pungkasnya.

Pewarta : Widie Nurmahmudy
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Abdul Hanan
Sumber : Banyuwangi TIMES
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top