Unik, Bantal Kata-kata Using Banyuwangi Laku Keras di Pasaran

Bantal memuat kata-kata using Banyuwangi ini laku keras di pasaran (Foto : Widie Nurmahmudy/BanyuwangiTIMES)
Bantal memuat kata-kata using Banyuwangi ini laku keras di pasaran (Foto : Widie Nurmahmudy/BanyuwangiTIMES)

BANYUWANGITIMES – Berawal dari hobi melukis, pria bernama Hendra Febriyanto ini tergiur membuat bantal kreasi kata-kata Using.

“Awalnya hanya iseng bikin kerajinan ini untuk anak-anak di taman belajar saya di rumah. Eh malah banyak teman yang minta dibuatkan,” kisahnya kepada Banyuwangi TIMES.

Dari situ, Hendra berpikir menjadikannya peluang bisnis. Apalagi untuk memulai usaha ini tak perlu modal besar. Hanya bermodal Rp 100.000, dia sudah bisa memulai usaha.

Bermodal keahliannya dalam melukis, pria jebolan S2 Pendidikan Biologi ini  merintis usaha sejak setahun silam. Kegiatan ini dia lakukan disela kesibukannya sebagai dosen.

Menurutnya untuk bisa berkecimpung dalam usaha ini diperlukan sentuhan jiwa seni dan kreativitas. Dari memilih bahan sampai mendesain.

Untuk ide, kata pria yang juga hobi fotografi ini, bisa datang dari mana saja. Tidak hanya saat jalan-jalan untuk menggali ide.

Dalam menjalani rutinitas sehari-hari pun dia bisa mendapat ide membuat obyek lukisan. “Saat mendapat ide, saya langsung mencatat agar tidak mudah lupa,” ucapnya. 

Untuk bisa menuangkan ide ke dalam media bantal perlu keterampilan khusus. Karena itu tidak semua orang bisa sehingga  semua proses pengerjaan, harus dia lakukan sendiri.

Termasuk belanja bahan, memotong sampai menjahit bahan. Sebelum punya mesin jahit sendiri, dia   menjahit dengan jahitan tangan. Tapi, menurutnya itulah bagian dari perjuangan.

Hendra menggunakan bahan kain blacu, osfort dan katun untuk membuat bantal. “Awalnya saya hanya buat dari kain blacu. Tapi, karena tidak semua orang suka, saya pun buat dari jenis kain lain,” ucapnya.

Sebelum dijahit, bahan kain dilukis atau digambar. Bahan untuk melukis menggunakan cat acrilik yang dicampur dengan bahan khusus, sehingga lukisan atau gambar tidak mudah pudar atau luntur, meski bertahun-tahun.

Selain membuat bantal lukisan wajah atau berbagai obyek lain, Hendra juga membuat bantal kata-kata Using.

Peminatnya lumayan. Khusus bagi yang minta dibuatkan lukisan wajah, Hendra sengaja tidak membuat lukisan realistis tapi lebih ke versi kartun. Menurutnya lebih mendapatkan kesan lucu.

Karena, kesannya yang lucu dan unik, bantal lukis dan kata-kata Using ini banyak disukai untuk kado ulang tahun atau pernikahan. Harganya lumayan terjangkau, dari Rp 70.000 hingga Rp 150.000 per item.

Saat ini selain aktif mengikuti pameran, Hendra juga berjualan secaraonline. Saat ini, permintaan bantal lukis dan bantal kata-kata Using ini mengalir dari kawasan Banyuwangi  serta dari berbagai kota.

Seperti Jakarta, Yogyakarta, Sumatera dan Sulawesi. Dalam satu bulan, rata-rata Hendra menerima 50 - 60 pesanan. “Tiap hari, rata-rata ada dua pesanan,” tambahnya.

Dari usaha sampingan yang masih cukup baru ini Hendra bisa mendapat penghasilan bersih, Rp 1,5 juta -  Rp 2 juta per bulan.

Tidak hanya bantal lukis, di rumahnya di Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh, pria kelahiran Banyuwangi 28 Fenruari 1988 ini juga membuat berbagai  produk fashion unik lain, seperti kaos lukis, sepatu lukis, dan tas lukis yang dibandrol murah.

Pewarta : Widie Nurmahmudy
Editor : Antara
Publisher : Abdul Hanan
Sumber : Banyuwangi TIMES
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top