Banyuwangi Punya Sentra Susu Kambing Organik

Hariyono saat memerah susu kambing etawa yang ia namai susu kambing organik (Foto : Widie Nurmahmudy/BanyuwangiTIMES)
Hariyono saat memerah susu kambing etawa yang ia namai susu kambing organik (Foto : Widie Nurmahmudy/BanyuwangiTIMES)

BANYUWANGITIMES – Susu kambing Banyuwangi memang tidak sepopuler susu sapi yang lama menjadi primadona. Namun demikian, keberaadaan susu kambing saat ini mulai diperhitungkan, hal tersebut bisa dilihat dari bermunculannya peminat susu kambing di Indonesia.

Minat tersebut sebetulnya tidak lepas dari kandungan serta maanfat susu kambing seperti mengobati penyakit pernafasan, mengobati TBC, paru-paru, dan juga maag.

Kebanyakan orang salah kaprah dalam memahami susu kambing yang dinilai dapat menyebabkan darah tinggi. Padahal susu kambing ini justru sebaliknya yakni dapat menyetabilkan darah tinggi.

Melihat dahsyatnya khasiat susu kambing tersebut, pun menarik hasrat Hariyono untuk menjadikannya sebagai ladang bisnis penopang ekonomi keluarga.

Sejak pertama menekuni usaha penjualan susu kambing organik, Hariyono yang selama ini aktif dalam kegiatan kelompok ternak kambing etawa merasa perlu adanya inovasi dalam pemanfaatan susu kambing, khususnya kambing etawa.

Karena itu ia tertarik untuk menjadi produsen susu kambing. Keinginannya yang kuat untuk menjadi produsen, membuat Hariyono memutuskan untuk memproduksi susu organik kambing etawa.

Hariyono menyebut susu kambingnya sebagai susu kambing organik karena susu yang dihasilkan berasal dari kambing sehat dengan pola makan terjadwal serta kandungan gizi yang baik yang dikemas dengan botol plastik ukuran 250 ml dan 500 ml agar bisa dikonsumsi habis.

Tujuannya untuk menghindari bakteri masuk ke dalam susu yang tersisa bila kemasan terbuka. Susu kambing organik juga diproses tanpa bahan pengawet, dan masih bisa dikonsumsi sampai 2 minggu mulai dari tanggal produksi.

“Konsep yang saya usung itu organik, semua kambing-kambing yang kami ambil susunya diberikan bahan baku pakan kambing yang berasal dari alam,tanpa ada unsur makanan zat tambahan” papar Hariyono saat ditemui BanyuwangiTIMES di rumahnya, lingkungan Lerek Kelurahan Gombengsari Kalipuro Banyuwangi.
 
Selain bahan baku yang memang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya, Hariyono pun mengaku selalu memerhatikan kebersihan kandang pada saat memerah susu yang dilakukannya dua kali dalam sehari dengan jeda 12 jam. Hal tersebut ia lakukan agar kualitasnya tetap terjaga tanpa terkontaminasi kotoran.

Selain itu kambing atau payudara kambing selalu ia bersihkan dengan lap dan dilakukan sedikit pemijatan atau refleksi agar kambing merasa nyaman.

“Saat memerah susu kondisi kandang harus bersih dan kambing harus nyaman agar susu yang keluar dapat lebih banyak. Dan supaya susu tidak berbau tajam, maka botol  jangan sampai tersentuh puting susu saat diperah, lalu kita langsung masukkan dalam freezer supaya tambah fresh,” beber suami dari Ukhtul Izza ini.

Meski terbilang baru menjalankan bisnis susu organik kambing etwanya, ia mengaku sudah menerima banyak pemesan, terutama dari luar Banyuwangi, seperti Surabaya dan beberapa daerah di Jawa Timur. Bahkan ke Jakarta. Ia juga menerima pesanan antar jemput bagi konsumen yang membutuhkan susu  kambing organik dengan pembelian minimal 20 botol.

"Disini kami buat tiga varian rasa, rasa original, rasa durian dan rasa jahe. Semua kombinasi buah asli, bukan perasa." Tuturnya.
 
Dengan modal awal sebesar 25 juta, Hariyono mengaku, dalam satu bulan ia mampu meraup omzet sekitar 10 juta. Untuk harga sendiri, Hariyono  membanderol susu kambing organiknya dengan harga yang bervariasi. Untuk ukuran 250 ml dengan harga 7.500 dan untuk ukuran 500 ml harganya 15.000

Hariyono berharap ke depannya masyarakat tidak hanya mengenal susu sapi, karena susu kambing juga tidak kalah berkualitas dengan susu sapi yang selama ini di konsumsi di masyarakat.

“Ke depannya banyak masyarakat yang mengenal susu kambimg, apalagi disini 70 persen warga melihara kambing. karena selain sehat juga memiliki khasiat sebagai herbal untuk pengobatan beberapa penyakit,” pungkasnya.(*)

Pewarta : Widie Nurmahmudy
Editor : Heryanto
Publisher : Abi Fadlan
Sumber : Banyuwangi TIMES
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top