Barter Istri Mulai Ngetren di Malang (1)

Terdeteksi Sejak 2010, Kini Jadi Tren

Ilustrasi Pasangan Swinger (foto: Kaskus)
Ilustrasi Pasangan Swinger (foto: Kaskus)

BANYUWANGITIMES, MALANG – Fenomena swinger yang kini menjamur di kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Denpasar, kini mulai menyasar di Malang. Banyak pasangan yang sudah menikah, saling barter hubungan dengan pasangan lainnya secara sadar. Apa itu swinger? Bahasa jalanannya, swinger itu adalah pertukaran pasangan. Mereka bisa saling ’mencicipi’ suami, istri, pacar orang lain dengan kesepakatan.

Malang Seksual Ekslusif MalangTimes

Berdasarkan hasil investigasi MALANGTIMES, swinger atau barter pasangan di Kota Malang ini sebenarnya sudah terjadi sejak 2010 lalu. Dan dari tahun ke tahun, swinger ini terus-menerus mengalami tren naik.  Para pelaku swinger ini awalnya berasal dari kota-kota besar yang bekerja atau ditugaskan di Kota Malang. Namun, secara perlahan, aksi swinger ini mulai digandrungi warga asli Malang.

Bila awalnya swinger hanya dilakukan oleh pasangan suami istri yang sudah menikah, kini banyak pasangan kekasih di Kota Malang yang gandrung melakukan aksi swinger.  Di dunia maya pun, kini juga banyak bermunculan Facebook, Twitter, dan situs-situs swinger. Cukup mudah untuk melihat orang-orang yang gandrung dengan swinger, klik saja kata couple, pasutri, atau swinger, maka Anda akan mengetahui bagaimana aktivitas swinger di Malang dan kota-kota lainnya di Indonesia.

Tapi jangan tertipu, sebab banyak media sosial atau situs yang mencantumkan kata-kata itu, namun isinya hoax. Sebab, pada dasarnya, untuk di Indonesia, termasuk juga di Malang, swinger sangat menjaga privasi. Mereka tak mau identitasnya terbuka. Jika terbuka sedikit saja identitas mereka, maka stigma mereka di mata keluarga ataupun masyarakat akan hancur.

Di Kota Malang sendiri, aktivitas swinger kebanyakan dilakukan oleh mahasiswa dan eksekutif muda. Di kalangan eksekutif muda, para pelakunya beragam. Mulai dari pemilik perumahan besar, pimpinan bank, pemimpin perusahaan bonafid, dan pengusaha sukses.

Mereka sangat selektif dalam mencari rekan swinger. Jika secara status sosial tidak sepadan, mereka tak mau melakukan aksi tukar pasangan. Dan syarat untuk melakukan swinger di kalangan eksekutif muda ini haruslah dengan pasangan resmi, dalam hal ini adalah pasangan suami dan istri yang sudah benar-benar menikah.

Berbeda dengan swinger mahasiswa, untuk aksi tukar pasangan ini tak begitu selektif dan seketat di kalangan eksekutif muda. Di tingkat mahasiswa, aksi swinger bisa dilakukan dengan saling tukar pacar. Bahkan, bukan dengan pacar sekalipun, asalkan mereka membawa pasangan, barter hubungan intim ini bisa dilakukan. 

Pewarta : Aditya Fachril Bayu
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Aditya Fachril Bayu Anandhika
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top