Maulid Nabi dan Spirit Transpormasi Sosial

Mahathir Muhammad
Mahathir Muhammad

BANYUWANGITIMES, BLITAR – CINTA adalah salah satu pondasi keimanan, salah satu iman kita adalah meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah. Mengepresikan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW salah satunya adalah dengan merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad atau biasa kita kenal dengan Maulid Nabi.

Peringatan Maulid Nabi pertama kali dirayakan pada masa Sultan Shalahuddin Al Ayyubi dari Dinasti Mamalik dengan tujuan mengobarkan semangat kaum muslim untuk menang dalam medan pertempuran perang salib (crusade).

Maulid Nabi adalah salah satu tradisi Islam yang memiliki spirit transformatif dan revolusioner. Di dalam perayaan Maulid Nabi banyak dibacakan sholawat, Al Barzanji, Ad Dibai, Burdah, Simtud Durar dan lainnya yang berisi pujian dan mengenang sejarah perjuangan Nabi Muhammad.

Maka dari itu memperingati Maulid Nabi jangan hanya dimaknai dan dirayakan secara ceremonial namun harus dimaknai dengan mengambil spirit perjuangan Nabi Muhammad SAW untuk kita aktualisasikan dalam kehidupan saat ini.

Pada dasarnya Islam merupakan agama yang sangat transformatif dan revolusioner. Islam merupakan spirit kekuatan ideologi populistik yang mampu membebaskan manusia dari belenggu-belenggu penindasan.

1 2 3 4 5 6 Next
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]banyuwangitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]banyuwangitimes.com | marketing[at]banyuwangitimes.com
Top